
Yogyakarta, 2 Juli 2026 – Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Hasanuddin (LSP UNHAS) mengikuti Workshop Penerima Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi (SERTIKOM) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan implementasi Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Workshop diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi penerima pendanaan Program SERTIKOM Tahun 2026. LSP Unhas diwakili oleh Manajer Bidang Sertifikasi, Dr. Abdul Azis S., S.TP., M.Si., bersama staf LSP Unhas, Nasaruddin, S.T., yang mengikuti seluruh rangkaian pendampingan teknis terkait penyempurnaan proposal dan persiapan pelaksanaan program. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan kepada seluruh perguruan tinggi penerima pendanaan dalam menyelaraskan dokumen pelaksanaan sesuai hasil seleksi nasional, sehingga implementasi program dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, LSP UNHAS melakukan penyesuaian proposal program setelah hasil seleksi menetapkan 90 mahasiswa sebagai penerima pendanaan, dari total 135 mahasiswa yang sebelumnya diajukan dalam proposal awal. Penyesuaian dilakukan terhadap berbagai komponen pelaksanaan, mulai dari sasaran peserta, rencana kegiatan, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB), agar selaras dengan jumlah penerima yang telah ditetapkan.
Melalui sesi pendampingan dan diskusi bersama narasumber, peserta workshop memperoleh arahan mengenai mekanisme revisi proposal, tata kelola administrasi program, pelaksanaan sertifikasi kompetensi, serta pengelolaan anggaran yang sesuai dengan pedoman program. Kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi antara penyelenggara program dan perguruan tinggi untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan dapat berjalan secara optimal.
Kepala Pusat Sertifikasi Profesi/LSP Unhas, Ir. Mukti Ali, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa workshop ini memiliki peran penting dalam menyempurnakan dokumen program sebelum pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa vokasi.
“Penyesuaian proposal merupakan tahapan yang penting agar seluruh pelaksanaan program sesuai dengan hasil penetapan penerima pendanaan. Dengan demikian, proses sertifikasi dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan manfaat optimal bagi mahasiswa,” ujarnya.

Sebagai luaran dari kegiatan ini, LSP UNHAS berhasil menyusun proposal Program SERTIKOM Tahun 2026 yang telah disesuaikan dengan jumlah mahasiswa penerima pendanaan beserta kebutuhan anggaran pelaksanaannya. Proposal tersebut selanjutnya akan menjadi acuan dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa vokasi Universitas Hasanuddin.
Keikutsertaan LSP UNHAS dalam workshop ini menunjukkan komitmen institusi untuk terus mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program sertifikasi yang berkualitas. Melalui Program SERTIKOM Tahun 2026, LSP UNHAS berharap dapat memperkuat daya saing lulusan vokasi dengan menghadirkan sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan profesional.
