Makassar, 5 Juli 2025 – Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Hasanuddin (LSP Unhas) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Uji Kompetensi Asesor Kompetensi Batch III dan IV Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung sejak 1 Juli dan mencapai puncaknya pada Sabtu, 5 Juli 2025 dengan pelaksanaan uji sertifikasi di Innovate Room, Unhas Hotels and Convention.

Sebanyak 47 peserta mengikuti rangkaian kegiatan ini, terdiri atas 44 dosen dari internal Universitas Hasanuddin serta 3 peserta eksternal yang berasal dari luar kampus. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk kesiapan LSP Unhas dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan memperluas jaringan asesor kompetensi yang profesional dan tersertifikasi secara nasional.

Uji kompetensi dipandu langsung oleh empat Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yakni Sairuddin, Ahmad Daud, Saleh, dan Siti Saenab. Berdasarkan hasil asesmen, seluruh peserta dinyatakan kompeten, menandakan keberhasilan pelatihan dan keseriusan peserta dalam memahami prinsip serta teknik asesmen berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Penilaian dilakukan secara ketat sesuai standar nasional BNSP. Semua peserta yang kami rekomendasikan dinyatakan kompeten, dan saat ini menunggu proses pleno di BNSP untuk pengesahan resmi,” ujar Ahmad Daud, salah satu Master Asesor yang memimpin uji sertifikasi.

Keberhasilan ini disambut dengan penuh apresiasi oleh Kepala LSP Unhas, Mukti Ali, ST., MT., Ph.D. Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah asesor kompetensi sangat penting dalam menjawab tantangan sertifikasi bagi ribuan mahasiswa Unhas.

“Saat ini, Unhas memiliki hampir 50.000 mahasiswa aktif. Penambahan asesor akan memperkuat peran LSP dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga kompeten secara formal. Ini akan meningkatkan daya saing alumni Unhas di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang menilai program ini sebagai langkah strategis menjadikan Unhas sebagai pusat unggulan sertifikasi kompetensi, baik di Kawasan Timur Indonesia maupun secara nasional.

“Sebagai pimpinan universitas sekaligus asesor kompetensi, saya memahami pentingnya peran ini. Asesor adalah ujung tombak LSP. Kita tidak bisa bicara sertifikasi tanpa asesor yang kompeten dan tersertifikasi,” tegas Prof. Jamaluddin, yang akrab disapa Prof. JJ.

Sebelumnya, pada pembukaan pelatihan tanggal 1 Juli 2025, Komisioner BNSP Sektor Pendidikan, Prof. Amilin, turut memberikan apresiasi terhadap kinerja LSP Unhas. Ia menyebut LSP Unhas sebagai salah satu LSP sektor pendidikan paling aktif dan berkembang di Indonesia, serta menjadi model penguatan kapasitas kelembagaan di lingkungan perguruan tinggi.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, LSP Unhas menegaskan posisinya sebagai garda depan dalam mendukung link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui asesmen kompetensi yang bermutu, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *